Cepat, Aman, Terpercaya
Jasa dan Solusi Data Wiping
Demi keamanan perusahaan, biarlah yang terhapus tetap terhapus. Wujudkan keamanan datamu sekarang dengan solusi kami.
Apa itu Data Wiping?
Tahukah anda, bahwa saat anda menghapus data di laptop, komputer, atau di perangkat lain, maka data itu tidak benar-benar terhapus dari perangkat anda?
Saat anda menyimpan sebuah data, maka perangkat akan mengukir angka biner (0 dan 1) ke dalam media penyimpanan. Ketika kita menghapus data, maka ukiran tersebut masih ada di dalam media penyimpanan, tapi perangkat “lupa” di mana letak data tersebut.
Tapi, jika ada hacker yang cukup handal, maka mereka bisa “mengembalikan” data itu ke dalam perangkat.
Solusi dari masalah ini adalah dengan melakukan Data Wiping, yaitu teknik di mana data bisa benar-benar terhapus dari media penyimpanan.
Kenapa Saya Perlu
Data Wiping?
Regulasi Internasional
Data Wiping membantu bisnis Anda mematuhi standar keamanan dan privasi seperti GDPR, HIPAA, dan lainnya.
Melindungi Data Pribadi
Menghindari risiko data pribadi, seperti foto, dokumen, atau informasi sensitif lainnya, disalahgunakan.
Mencegah Kebocoran Data
Setelah data dihapus secara aman, perangkat bisa digunakan kembali atau dijual tanpa khawatir adanya risiko kebocoran data.
Device yang bisa Kami Wipe
Komputer dan Laptop
Server dan Storage
Mobile Devices
External Storage
8 Standard yang Kami Ikuti
Ada beberapa standar teknis & peraturan data Wiping yang diatur oleh berbagai lembaga dunia. Maka dari itu, solusi data wiping harus sesuai dengan standar-standar tersebut.
Solusi Data Wiping kami mengikuti peraturan standar dari:
- Common Criteria EAL 3+
- NIST 800-88R1
- DoD 5220.22 – M
- GDPR Compliant
- NATO Compliant
- USAF Compliant
- ADISA Compliant
- Hunguard Compliant
Studi Kasus Data Wiping

Pada tahun 2022, Morgan Stanley terkena denda $35 juta oleh SEC karena kegagalan dalam menjaga keamanan data pelanggan. Hard drive yang tidak dienkripsi dari pusat data yang dinonaktifkan dilelang tanpa dihapus terlebih dahulu.
Kelemahan ini berlangsung selama lima tahun dan melibatkan ekspos data untuk 15 juta pelanggan. Kegagalan ini dianggap “mengejutkan” oleh SEC, karena melibatkan pemusnahan tidak pantas dari hard drive dan pita cadangan. Morgan Stanley baru mulai menggunakan enkripsi pada 2018, namun hanya data baru yang dilindungi, dengan beberapa data tetap tidak terenkripsi karena cacat pada produk vendor yang tidak diidentifikasi.
Di tahun 2021, terjadi sebuah pelanggaran data kesehatan yang melibatkan lebih dari 100.000 pasien di HealthReach Community Health Centers di Maine karena pembuangan tidak tepat dari hard drive.
Kejadian tersebut disebabkan oleh kesalahan seorang karyawan pihak ketiga yang menyimpan data sensitif pasien, termasuk informasi pribadi dan kesehatan yang dilindungi seperti nama, alamat, tanggal lahir, nomor Social Security, dan hasil tes laboratorium. Meskipun belum ada bukti penggunaan informasi secara tidak sah, pasien yang terdampak diimbau untuk memantau aktivitas keuangan mereka dan mendaftar untuk layanan perlindungan identitas gratis. Langkah preventif termasuk pelatihan ulang bagi vendor penyimpanan data untuk menghindari insiden serupa di masa depan.
Meskipun pengguna telah menghapus dan meng-reformat hard drive mereka sebelum menjualnya, dokumenter Trash Trail menemukan bahwa data sensitif seperti paspor, informasi kartu kredit, dan bahkan foto telanjang masih bisa diambil kembali dengan menggunakan perangkat lunak yang mudah diakses secara online.
Temuan ini menyoroti pentingnya untuk menggunakan metode penghapusan data yang lebih kuat seperti degaussing atau penghancuran fisik untuk menghindari penyalahgunaan data pribadi.
Jangan lewatkan kesempatan ini!
Musnakan data dengan Data Wipping Solution kami dan tingkatkan efisiensi serta keamanan sistem IT anda!

