Daftar Isi

Mengenal Konsumsi Listrik pada CCTV
CCTV (Closed Circuit Television) bukan hanya sekadar kamera pengawas, tapi juga perangkat elektronik yang membutuhkan daya listrik agar bisa bekerja dengan baik. Daya ini biasanya dihitung dalam satuan watt (W), yang menunjukkan seberapa besar energi listrik yang dikonsumsi CCTV saat menyala.
Faktor-faktor utama yang memengaruhi konsumsi listrik CCTV antara lain:
- Jenis kamera (analog, IP camera, wireless).
- Resolusi gambar (720p, 1080p, hingga 4K).
- Fitur tambahan seperti infrared (IR) untuk malam hari, audio, atau teknologi AI (motion detection, face recognition).
- Durasi pemakaian – CCTV biasanya menyala 24 jam penuh, sehingga konsumsi listriknya stabil sepanjang waktu.
Dengan pemahaman dasar ini, kita bisa menghitung berapa watt CCTV dan memperkirakan biaya listrik yang dikeluarkan setiap bulan.
Rata-Rata Berapa Watt CCTV?
Secara umum, konsumsi listrik CCTV cukup kecil jika dibandingkan dengan perangkat elektronik rumah tangga lain. Mari kita lihat rata-rata:
- CCTV Analog: sekitar 5–7 watt per kamera.
- CCTV IP Camera: sekitar 7–12 watt per kamera, tergantung resolusi dan fitur.
- CCTV Wireless: sekitar 3–5 watt per kamera, namun membutuhkan tambahan daya untuk router Wi-Fi.
Artinya, jika Anda hanya menggunakan 1 kamera CCTV, maka konsumsi listriknya setara dengan lampu LED kecil.
Konsumsi Watt Per Perangkat CCTV
Selain kamera, sistem CCTV biasanya terdiri dari beberapa perangkat tambahan. Mari kita rincikan:
- Kamera CCTV → 5–12 watt per unit.
- DVR (Digital Video Recorder) atau NVR (Network Video Recorder) → 10–40 watt tergantung jumlah channel.
- Hard Disk Penyimpanan → 5–10 watt (tergantung kapasitas).
- Router & Switch Jaringan → 5–15 watt.
Jika semua perangkat dijalankan bersama, total konsumsi listrik bisa meningkat.
Perbandingan Watt CCTV Berdasarkan Jenis Kamera
| Jenis Kamera | Konsumsi Watt (Rata-rata) |
|---|---|
| Dome Camera | 5–7 W |
| Bullet Camera | 7–9 W |
| PTZ Camera (Pan Tilt Zoom) | 12–20 W |
| Infrared (IR) Camera | 8–15 W |
👉 Dari tabel ini, terlihat bahwa kamera PTZ dan Infrared lebih boros daya karena membutuhkan energi ekstra untuk pergerakan motorik dan pencahayaan malam.
Cara Menghitung Total Watt CCTV di Rumah atau Kantor
Menghitung konsumsi watt CCTV cukup mudah.
Rumus sederhana:Total Watt = (Jumlah Kamera x Watt per Kamera) + DVR/NVR + Router + Hard Disk
Contoh simulasi 4 kamera CCTV:
- 4 kamera @ 7 watt = 28 watt
- DVR 16 channel = 20 watt
- Router = 10 watt
- Hard disk 1TB = 7 watt
Total konsumsi = 65 watt
Jika dinyalakan 24 jam:65 watt x 24 jam = 1560 watt (1,56 kWh/hari)
Dalam 30 hari:1,56 kWh x 30 = 46,8 kWh/bulan
Jika harga listrik Rp1.500/kWh → biaya sekitar Rp70.000/bulan.

Faktor yang Membuat Konsumsi Watt CCTV Meningkat
Ada beberapa hal yang bisa membuat konsumsi listrik CCTV lebih besar:
- Resolusi Tinggi – Kamera 4K tentu mengonsumsi lebih banyak energi dibanding kamera 720p.
- Infrared (IR) Night Vision – Saat malam hari, kamera mengaktifkan LED inframerah yang butuh tambahan daya.
- Fitur AI – Deteksi gerakan, pengenalan wajah, hingga tracking otomatis meningkatkan beban daya.
- Durasi Rekaman 24/7 – Jika CCTV selalu menyala, konsumsi daya tetap konstan tanpa jeda.
Cara Menghemat Listrik pada CCTV
Walaupun CCTV menyala 24 jam, ada beberapa tips agar konsumsi listrik tetap efisien:
- Gunakan CCTV dengan mode hemat daya – Beberapa kamera IP modern punya fitur “eco mode”.
- Pilih kamera dengan sertifikasi energi – Misalnya, produk yang mendukung standar Energy Star.
- Gunakan UPS & Panel Surya – Dengan UPS, listrik tetap stabil. Dengan panel surya, bisa mengurangi biaya PLN.
- Batasi resolusi rekaman – Tidak semua area butuh 4K, cukup 1080p untuk pemantauan umum.
Perhitungan Biaya Listrik CCTV per Bulan
Mari kita buat simulasi biaya listrik bulanan untuk beberapa konfigurasi:
| Jumlah Kamera | Konsumsi Total (Watt) | Biaya Listrik / Bulan (Rp) |
|---|---|---|
| 1 Kamera | ±15 watt | ±Rp20.000 |
| 4 Kamera | ±65 watt | ±Rp70.000 |
| 8 Kamera | ±120 watt | ±Rp130.000 |
👉 Biaya ini masih sangat terjangkau, apalagi jika dibandingkan dengan manfaat keamanan yang diperoleh.
FAQ Seputar Berapa Watt CCTV
1. Apakah CCTV boros listrik?
Tidak. CCTV hanya mengonsumsi sekitar 5–12 watt per kamera, setara lampu LED kecil.
2. Berapa watt 1 kamera CCTV?
Rata-rata 5–12 watt, tergantung jenis dan resolusi kamera.
3. Apakah CCTV tetap menyala saat listrik mati?
Jika dipasang UPS atau power bank khusus CCTV, kamera bisa tetap menyala saat listrik padam.
4. Apakah CCTV wireless lebih hemat listrik?
Ya, CCTV wireless biasanya hanya 3–5 watt, namun router tetap butuh tambahan daya.
5. Bagaimana cara cek watt CCTV?
Anda bisa melihat spesifikasi di label kamera atau manual produk. Alternatifnya, gunakan alat watt meter.
6. Apakah biaya listrik CCTV mahal?
Tidak. Bahkan dengan 4 kamera, biaya bulanan hanya sekitar Rp70.000.
Kesimpulan: Berapa Watt CCTV yang Ideal untuk Rumah dan Kantor?
Jadi, berapa watt CCTV? Jawabannya rata-rata 5–12 watt per kamera, ditambah DVR/NVR dan perangkat pendukung lain. Untuk penggunaan rumah dengan 4 kamera, konsumsi listrik hanya sekitar 65 watt, dengan biaya sekitar Rp70.000 per bulan.
👉 Jika ingin hemat listrik, pilih CCTV analog atau wireless. Namun jika butuh kualitas tinggi dan fitur canggih, IP camera resolusi tinggi adalah pilihan tepat, meski watt-nya lebih besar.
Dengan perhitungan yang tepat, Anda bisa mendapatkan sistem keamanan yang handal tanpa takut tagihan listrik membengkak.
Sources:



